Selamat Datang....Tuhan Memberkatimu...

Selamat Datang di Blog Rehobot Community
Kami berharap Bro en Sis akan mendapatkan banyak berkat dari tulisan-tulisan artikel rohani, kesehatan, psikologi, dan lain sebagainya yang ditulis oleh admin dan rekan-rekan. teman, sahabat inter-denominasi dan ataupun dari para pembaca Buletin Rehobot Community.
Blog ini memfasilitasi publikasi : 1. Berbagai kumpulan Firman Tuhan, 2. Link video Ibadah Raya GBIS Bukit Karmel - Jl. Kebayoran Lama Raya, Jakarta Selatan dan Pos PI GBIS Bukit Karmel - Bumi Serpong Damai 3. Link video konten SenengnyangoFi 4. Dokumentasi foto-foto 5. Link Audio Firman Tuhan yang bisa Anda dengarkan setiap saat - Klik langsung dengarkan

Dengan rendah hati Blog Rehobot Community ini dapat menjadi berkat dan sumber inspirasi dan Referensi firman Tuhan/ Renungan bagi para sahabat terkasih Umat Tuhan yang rindu mengeksplorasi kebenaran demi kebenaran firman Tuhan serta menambah wawasan melalui kesaksian ataupun pengalaman hidup orang lain yang diberkati. Dan sebagai modifikasi informasi, juga dilampirkan cuplikan video singkat saat firman Tuhan disampaikan. Kami ucapkan terima kasih...

Bila Anda ingin memberikan ide / saran / masukan pada kami mengenai blog Rehobot Community, Anda dapat mengirim e-mail ke : rehobot.comm@gmail.com

Minggu, Juni 23, 2019

Mujizat Tuhan!!

Pagi ini akan dibahas mujizat yang dialami saat ini. Allah banyak mengadakan mujizat bagi umatNya.
Mari kita baca Injil Markus 10 : 46-52, tentang Bartimeus orang buta yang tidak menyerah memanggil Tuhan. Bartimeus yang mengalami kebutaan sejak kecil, bagi yang pernah mengalami mati listrik tengah malam pasti dapat memahami sedemikian tidak menyenangkannya kondisi kita tidak dapat melihat sama sekali sekeliling kita, hidup dalam kegelapan pekat seperti yang dialami Bartimeus sejak kecil, 24 jam sehari - 7 hari seminggu, puluhan tahun.
Iman Bartimeus yang sedemikian besar dengan iman ia terus menerus memanggil Tuhan Yesus untuk memanggilnya, walau ditegur dengan banyak orang di sekitarnya karena berisik.
Akhirnya Bartimeus disembuhkan oleh Tuhan Yesus. Tuhan Yesus merespon panggilan Bartimeus karena panggilan imannya yang teguh bahwa dengan memanggil Tuhan ia akan memperoleh kesembuhan.

3 perkara yang menyebabkan bagaimana kuasa mujizat Allah terjadi dari peristiwa Bartimeus. Kesembuhan yang sungguh-sungguh berasal dari Allah, yaitu:
1. Beriman. Bartimeus memiliki iman bahwa dengan jamahan Tuhan Yesus, ia akan disembuhkan dari butanya. Dengan imannya ia terus menerus berseru-seru kepada Tuhan. Baiklah kita orang percaya datang kepada Tuhan untuk meminta padaNya kesembuhan. Ciri-ciri orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan yaitu ia berusaha mengenal Yesus, memiliki keinginan untuk memiliki hubungan yang intim dengan Allah. Kerinduan setiap saat untuk bersekutu dengan Allah. Menjadi orang Kristen ada tuntutan untuk bagaimana kita mengenal Dia secara pribadi, melalui persekutuan-persekutuan seperti ibadah, doa kelompok/pribadi, merenungkan firman Allah - membaca buku-buku rohani dan lain sebagainya.
Adalah suatu omong kosong jika dikatakan kita mengenal Tuhan namun tidak ada tindakan untuk berusaha mengenal Tuhan terus menerus.
Bila kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan pasti kita akan merasakan aliran kuasa Tuhan terjadi dalam hidup kita setiap saat.

Sejauh mana kita mau terlibat dalam pelayanan dan sejauh mana kita melakukan pekerjaan Tuhan, maupun sejauh mana kita menjangkau jiwa-jiwa seperti yang Tuhan perintahkan!?

Firman Tuhan (Matius 22 : 14) mengatakan banyak yang dipanggil tetapi sedikit yang dipilih, sedikit yang merespon panggilan Tuhan, ayo..... mari kita sungguh-sungguh merespon panggilan Tuhan atas hidup kita, merespon panggilan Tuhan dengan kita terus bergerak ke arahNya terus berusaha mengenal Tuhan lebih lagi.

2. Harus ada tekad dan usaha dalam mencari Tuhan sebab Iblis tidak pernah senang melihat orang percaya terus mencari Tuhan dan setia, Iblis akan berusaha untuk menjauhkan kita dari Tuhan.
Berapa banyak masalah, sakit penyakit yang kita alami, pergumulan demi pergumulan yang silih berganti dalam kehidupan kita? Dan ditawarkan ada solusi cepat ke ahli paranormal atau pengobatan alternatif terus menerus dan tidak sedikit dari anak-anak Tuhan yang menjadi goyah dan melangkah konsultasi ke paranormal atau pengobatan alternatif.
Tuhan Yesus sanggup menolong kita, jangan kandas di tengah jalan pengharapan dan doa iman percaya kita sampai Tuhan Yesus merespon doa dan iman percaya kita.
Orang yang sungguh-sungguh mengasihi Allah dituntut untuk membuktikan pengorbanan waktunya, pengorbanan tenaganya, pikiran, talentanya bagi Tuhan.
Berapa banyak orang Kristen yang mencari kenyamanan/ kemudahan untuk datang mencari Tuhan, untuk datang beribadah kepada Tuhan? Mencari gereja yang punya gedung mewah berAC? Suara tim Praise & Worship yang seolah suaranya naik ke sorga? Ibadah yang heboh seperti konser? Apakah kita hanya untuk menyenangkan diri sendiri atau menyenangkan hati Allah?

3. Bartimeus melepas jubahnya yang melambangkan "pekerjaannya" - menanggalkan pola hidup / tradisi dunia ini!!  Keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh. Kerinduan Tuhan secara pribadi berjumpa dengan Tuhan, kita perlu menyangkal diri kita, menyangkal keberadaan kita, hanya Kristus lah prioritas nomor 1 dalam hidup kita!!
Kita mau menjadi manusia-manusia rohani yang selalu bersekutu dengan Allah, membaca dan merenungkan firman Tuhan dan mencari jiwa-jiwa untuk diselamatkan dan dibawa kepada Allah.
Bartimeus menunjukkan usahanya - imannya untuk mewujudkan imannya kepada Tuhan untuk beroleh mujizat kesembuhan bagi kebutaannya sejak kecil yang dialaminya.


Yesus selalu siap menyambut umatNya yang mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh!!



Preacher : Pdr. Dr. Johanes Sugeng, MSc.
Written by : ssr

Minggu, Juni 16, 2019

Dosa karena Lidah

Yakobus 3 : 2 - 12,
3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
3:3 Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
3:4 Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.
3:5 Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.
3:6 Lidah pun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.
3:7 Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia,
3:8 tetapi tidak seorang pun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.
3:9 Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah,
3:10 dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.
3:11 Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama?
3:12 Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar

Lidah itu digambarkan buas dan sangat mengendalikan kehidupan kita. Tidak jarang kita tidak menganggap penting perbuatan lidah, padahal melalui lidah mengeluarkan kutuk dan berkat.

Melalui lidah menghasilkan penyakit dosa sebagai berikut :
1. Banyak bicara - mengungkapkan rahasia orang lain yang kita ketahui dibicarakan kepada orang lain. Amsal 10 : 19, di mana dikatakan banyak bicara pasti banyak pelanggaran.
Dengan lidah kita memuji Tuhan, dengan lidah kita mengutuk manusia juga.
Banyak bicara bisa baik asal kita sanggup mengendalikannya.
2. Perkataan yang sia-sia, sembrono / perkataan yang tidak membangun/ pesimis. Kita harus membiasakan untuk berkata-kata yang membangun/positif, karena berdampak menguatkan orang lain. I Timotius 6 : 10, hindari omongan yang kosong dan tidak suci!!
II Timotius 2 : 16 serupa dengan I Tim 6 : 10.
3. Gosip, ternyata gosip  sudah ada di Kitab Perjanjian Lama - Imamat 19 : 16, janganlah engkau menyebarkan fitnah kian kemari.
4. Berdusta / Tidak Jujur / Berbohong - Amsal 6 : 16-19, "Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya:
mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan, seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara."
5. Pujian yang palsu.
6. Bicara yang terburu nafsu - bicara dulu baru mikir. Bilangan 20 : 12. contoh tindakan Musa yang emosi dengan perilaku bangsa Israel sehingga Musa tidak melakukan persis yang diperintahkan Tuhan. Hanya karena emosi dan kecewa mengakibatkan akhir yang fatal - hati-hati .... sebaiknya cepat mendengar lambat berkata-kata!!

Mengapa penyakit-penyakit dosa itu masih ada di dalam kita?
1. Karena kita masih ada dosa dan hidup dalam kedagingan.
2. Sikap hati dan komitmen kita untuk hidup dalam kebenaran Tuhan!!

Berbohong untuk demi kebaikan ... tetap saja merupakan suatu dosa kebohongan.
Iblis selalu tidak ini melepaskan kita dari cengkeramannya untuk tetap hidup dalam dosa. Melalui dosa kecil melalui lidah lah, merupakan celah untuk membiasakan kita berbuat dosa kecil/ dosa putih yang suatu saat dapat menjerat kita.

Bagaimana kita sembuh dari penyakit dosa lidah !?
1. I Kor 10 : 12, kita menyadari kelemahan kita, perbuatan dosa kita sekecil apapun
2. Datang kepada Tuhan untuk menolong kita dari kebiasaan melakukan perbuatan-perbuatan dosa sekecil apapun dan mengakuinya segalanya kepada Tuhan.
Yohanes 1 : 9,  Ia akan mengampuni dosa kita selama kita jujur dan mengakuinya kepada Tuhan
3. Kita serahkan kepada Tuhan agar Roh Kudus memimpin hidup kita dan melakukan perubahan seturut kehendak Tuhan menurut gambar dan rupa Allah.

JUJUR - MENGAKUI - MENYERAHKAN HIDUP KITA KEPADA TUHAN !!


Preacher : Ibu drg. Endang Sri Mumpuni
Written by : ssr

Minggu, Juni 09, 2019

Transformasi Roh Kudus bagi Orang Percaya

Beberapa hari yang lalu kita memperingati hari Kenaikan Tuhan Yesus, dan tercatat dalam kitab
Kisah 1 : 8, "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
Dengan kita dalam menerima kuasa dari Roh Kudus yang turun atas kita maka kita murid-murid Tuhan untuk memampukan kita melayani dan menjadi saksi Tuhan."


    Kalau gereja tidak berjalan dalam Tuhan, tidak mengalami mujizat Tuhan, jemaat yang tidak mengalami pemulihan, maka gereja itu akan menjadi bosan dan dingin. Kalau kita hanya memperhatikan karunia dan berkat saja, Roh Kudus akan menghantam kita dari dalam, mengubah kepribadian - merubah hidup kita sebagai orang Kristen, sehingga kita menjadi orang Kristen yang seimbang, antara perubahan hidup dan karakter kita serta karunia yang diberikan oleh Roh Kudus. Keduanya harus menjadi seimbang, tidak berat hanya pada salah satu sisi.

Banyak gereja yang hanya berbicara karunia saja, ada yang hanya berbicara perubahan karakter, namun harus ada perubahan transformasi dari hasil Pentakosta yaitu mengalami perubahan, perubahan hidup, karakter dan menerima karunia dari Roh Kudus.

Pada Kisah Para Rasul 2 : 4, perubahan yang dialami murid Tuhan yaitu kepenuhan Roh Kudus. Tuhan Yesus mengajarkan tentang Kedatangan Kerajaan Allah. Sehingga kita sebagai anak-anak Tuhan harus mengalami kepenuhan Roh Kudus. Tidak jarang kita berpikiran sempit hanya mengejar karunia-karunia yang spektakuler, padahal banyak karunia-karunia sederhana yang diberikan Roh  Kudus untuk mendukung pelayanan dan pekerjaan Tuhan, ini yang mempersempit pola pikir kita, marilah kita berjalan dengan karunia masing-masing yang diberikan oleh Roh Kudus, menjadi sosok yang cepat respon dalam menolong orang yang dalam kesulitan, cepat membesuk jemaat yang sakit, dan lain sebagainya. Bukan fokus pada karunia yang spektakuler seperti karunia bernubuat, dan lainnya.
Roh Kudus yang ada di dalam kita merubah kita.

Kisah 2 : 6-8, "Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita."

    Ketika Roh Kudus turun atas kita, membuat komunikasi kita dengan orang lain menjadi nyambung.
Kita harus ingat beberapa ribu tahun ketika pembangunan menara Babel, Tuhan membuat komunikasi semua orang menjadi tidak nyambung. Dengan Pentakosta, Tuhan membuat komunikasi dengan semua orang menjadi nyambung kembali, akibat pekerjaan Roh Kudus men-transformasi yang luar biasa bagi semua orang.

    Dengan Roh Kudus turun atas kita, kita akan dimampukan berkomunikasi dengan semua orang. Mungkin kita kesal dengan orang lain, Roh Kudus di dalam kita juga akan terus menggedor hati kita untuk mengampuni ... kasihi dia .... ampuni dia... kasihi dia ..... ampuni dia....  kasihi dia ..... pada firman yang lalu kita belajar untuk melihat semua orang itu berharga di mata Tuhan.
Padahal tidak jarang kita meminta berkali-kali belas kasihan Tuhan atas kita, atas dosa-dosa yang kita perbuat, atas masalah ekonomi, kebutuhan dan keperluan kita tiap hari, mengapa kita menjadi begitu dingin dan kejam  - marah dan benci kepada sesama kita!!?

    Kita sudah mendapat pengampunan dari Tuhan, belas kasihan dari Tuhan atas kita, merupakan suatu sukacita dan rasa syukur yang tiada habisnya dalam kehidupan kita.
Kalau kita bernubuat, kalau kita menyembuhkan orang, janganlah menjadi sombong atau merasa pandai .... semua itu terjadi karena pekerjaan Roh Kudus melalui kita.
Jangan lupa .... perpecahan gereja lebih sering terjadi pada denominasi Pentakosta, padahal kita mengaku kita kepenuhan Roh Kudus, berbeda dengan denominasi gereja tradisional, mengapa?? Padahal Roh Kudus membuat komunikasi umat Tuhan menjadi nyambung. Namun yang menjadi penghalang adalah cara pandang, pola pikir, perbedaan usia, dan tidak mengutamakan Roh Kudus lagilah yang menyebabkan terjadinya perpecahan.

    Ketika kita melihat semua orang berharga di mata Tuhan, maka gereja akan menjadi keluarga Tuhan yang harmonis, inilah yang harus kita bangun kembali. Bila gereja penuh persaingan, saling curiga malah potensi menghancurkan gereja.
Yang lebih penting, fokuslah pada Roh Kudus yang berusaha terus untuk menghantam perilaku kita yang tidak benar, menegur kita untuk mengubah karakter kita, dan mengajar serta memberitahu kita banyak hal.




Preacher : Pdt. Ishak S.
written by : ssr

Minggu, Juni 02, 2019

Pembaharuan Janji Iman Misi

Di awal cinta mula-mula kita begitu giat melakukan misi sebagai orang percaya. Seiring dengan waktu kesibukan demi kesibukan membebani kita sehingga kita menjadi lupa dengan misi kita sebagai orang percaya.
Gereja ada untuk misi dan gereja ada karena misi - ini yang menjadi pernyataan iman!
Masalah : kepercayaan lain lebih aktif dan agresif.
Ketika kita lupa dengan misi, maka gereja menjadi lemah dan banyak kantong-kantong wilayah Kristen menjadi banyak yang meninggalkan kekristenannya.

Apa itu MISI ?
Seperti film Mission Impossible, ataupun film Rambo, jadi menggambarkan tugas yang harus dikerjakan dan harus diselesaikan!

Lalu apa yang menjadi misi gereja yang merupakan Misi Allah!!
Menghadirkan kerajaan ataupun Pemerintahan Allah di duni ini. Caranya dengan menjadikan segala bangsa murid Tuhan DENGAN memberitakan Injil Kerajaan dalam Kuasa Roh Kudus.

Bagaimana kita bisa melakukan atau menggenapkan misi Allah di muka bumi?
3D =
1. DAYA
Tuhan membutuhkan orang yang mau diutus -  BERSERU - PERCAYA - MENDENGAR - MEMBERITAKAN - DIUTUS
Roma 10 : 13 - 15,
Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.
Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?
Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"

Pendeta Henry Varley, yang menantang Moody dengan perkataan : "Dunia ini belum melihat tindakan yang dapat Tuhan lakukan melalui seorang pria yang sepenuhanya mengikuti kepadaNya."
Kebangunan rohani ke-3

Yesaya 6 : 8, "Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

William Carey (1761-1834), seorang tukang sepatu yang menjadi misionari Inggris ke India yang pada akhirnya disebut sebagai Bapak Gerakan Misi Modern.

David Livingstone (1813 - 1873), Menjadi misionaris Inggris ke Afrika, di mana hampir terjadi perang antara Inggris - Afrika ketika David Livingstone meninggal dan jenazahnya hendak dibawa ke Inggris, namun orang Afrika menolak jenazahnya dibawa ke Inggris dengan di bawah todongan senjata. dan pada akhirnya jantung David Livingstone diambil dan dikuburkan di Afrika karena David Livingstone punya hati bagi Afrika.

Nommensen, Ingwer Ludwig (1834 - 1918), Misionaris perintis dari Denmark di kalangan suku Batak di Sumatera. Dan menjadi Rasulnya orang Batak, sehingga terbentuk HKBP terbesar di Asia Tenggara.

Di mana ada orang di situ kita melakukan misi!!


2. DOA
Bayangkan apa dampak yang dihasilkan jika ratusan - ribuan orang percaya berdoa dengan setia??
Kisah tentang James O, Fraser, Misionaris Inggris di suku Lisu - Tiongkok. Yang adalah utusan China Inland Mission (sekarang OMF) yang melayani suku Lisu. Memberitakan Kristus selama beberapa tahun tanpa hasil. Dia sendiri diserang depresi berat dan keputusasaan yang hampir menghentikan tugasnya. Karena dia diserang oleh kuasa-kuasa kegelapan, ia sampai pada titik memohon kepada Tuhan agar mencabut nyawanya karena kekalahannya dalam pelayanan. Singkat cerita dengan kuasa doa dia mengalahkan kuasa kegelapan dan memenangkan ratusan keluarga dan pada akhirnya menjadi gerakan yang menjangkau ribuan orang Suku Lisu. Jadi intinya dengan doa membuat perbedaan dan memberi dukungan kepada para misionaris dalam melakukan tugas pelayanannya.

Rasul Paulus adalah seorang misionaris dan juga seorang pendoa, meminta orang-orang percaya juga berdoa bagi dirinya.
Apa yang perlu didoakan? kaya?
a. Pintu terbuka (Kolose 4 : 2-3)
b. Keberanian untuk bersaksi (Efesus 6 : 15)
c. Perlindungan (2 Tesalonika 3 : 2)

3. DANA
Apakah Misionaris tidak perlu dana?/
I Korintus 9 : 1-7,
"Sekalipun bagi orang lain aku bukanlah rasul, tetapi bagi kamu aku adalah rasul. Sebab hidupmu dalam Tuhan adalah meterai dari kerasulanku.
Inilah pembelaanku terhadap mereka yang mengeritik aku.
Tidakkah kami mempunyai hak untuk makan dan minum?
Tidakkah kami mempunyai hak untuk membawa seorang isteri Kristen, dalam perjalanan kami, seperti yang dilakukan rasul-rasul lain dan saudara-saudara Tuhan dan Kefas?
Atau hanya aku dan Barnabas sajakah yang tidak mempunyai hak untuk dibebaskan dari pekerjaan tangan?
Siapakah yang pernah turut dalam peperangan atas biayanya sendiri? Siapakah yang menanami kebun anggur dan tidak memakan buahnya? Atau siapakah yang menggembalakan kawanan domba dan yang tidak minum susu domba itu."

Dengan persembahan dukungan misionaris dari para jemaat gereja sangatlah diperlukan supaya para misionaris ini lebih fokus untuk menuntaskan misi pelayanannya.

Bagaimana cara misionaris mendapatkan uang?
a. Iman kepada Tuhan
George Mueller hanya mengandalkan doa
D.L Moody mengandalkan doa, informasi dan usaha pengumpulan dana
Hudson Taylor mengandalkan doa dan informasi, namun tanpa usaha pengumpulan dana.
Dan Tuhan bekerja apa apapun usaha yang dilakukan para misionaris ini selama mereka memiliki iman kepada Tuhan dan mengandalkan doa.

b. Dukungan Gereja pengutus
c. Orang-orang percaya lain








Preacher : Pdt. Clay, S.E, S.Th
Written : ssr