Seringkali baik disadari ataupun tidak, kita tatkala sedang berkendaraan di sebuah jalan yang sedang sepi – apa yang akan kita lakukan?! Pastilah selalu timbul keinginan untuk memacu kendaraan kita dalam kecepatan tinggi.
Beberapa kali penulis menyaksikan kecelakaan demi kecelakaan yang tampaknya kebanyakan disebabkan kebodohan si pengendara motor yang seringkali salah perhitungan ato terlalu nekat memaksa untuk menyusul dengan menyalip kendaraan di depannya, dan besar kemungkinan besarnya keegoisannya yang selalu menganggap pengemudi kendaraan di depannya atapun yang berlawanan arah HARUS selalu mengalah dengan meminggirkan atau memperlambat kendaraannya untuk memberi jalan baginya.
Hasilnya…. Gubrakkkkkk….. setang motornya tersenggol dengan badan kendaraan yang hendak disusulnya sehingga membuatnya oleng kehilangan keseimbangan lalu menabrak kendaraan yang ada di depannya dari arah berlawanan.
Kata SABAR tampaknya sudah luntur bahkan terhapus di hati sebagian besar masyarakat pengendara jaman sekarang. Namun kebenaran firman Tuhan yang kekal memiliki kebenaran yang tak terbantahkan, Tuhan Yesus melalui firmanNya senantiasa mengingatkan betapa pentingnya SABAR itu.
Mari kita baca dan renungkan kutipan firman Tuhan ini, dari I Korintus 13:3,4 & 13;
13:3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.
13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong……
13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong……
13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
Sekarang tinggal bagaimana masing-masing dari kita akan mengambil sikap, menjadi SABAR menunjukkan kita memiliki pengendalian diri yang baik. Sudah saatnya kita sebagai umat Tuhan menunjukkan eksistensi diri kita, bahwa Kristus ada di dalam diri kita dan terpancar keluar sehingga orang di sekitar kita dapat melihat bahwa kita BERBEDA karena KRISTUS ada di dalam kita.
Seorang pengikut Kristus akan terlihat BERBEDA dari orang di sekitarnya, BERBEDA karena selalu mengalah tidak ngebut di jalan, memberi jalan, memaafkan, tidak sombong, sanggup membawa damai bagi setiap orang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar